Majas

Dalam sebuah puisi mengandung gaya bahasa yang indah dan menyentuh hati meskipun terkesan lebay atau gimana tapi tidak bisa dipungkiri kalau gaya bahasa yang digunakan itu terkesan puitis, ya gaya bahasa yang saya maksud itu adalah Majas.  Teman-teman ada yang tahu gak nih majas itu apa??? kalo ga tau,saya kasih tau sedikit ya pengertian majas. Majas itu bahasa kias yang digunakan untuk menciptakan kesan imajinasi atau efek-efek tertentu bagi pembaca atau pendengar. Nah, sekarang kalian udah tau kan pengertian majas, sekarang saya akan sedikit memberi info tentang majas nih, semoga berguna ya 🙂

Majas Terdiri dari 4 jenis yaitu majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan dan majas pertentangan. Dari ke 4 macam jenis majas tersebut,  masing-masing majas di bagi menjadi beberapa bagian / bisa di bilang bercabang. hoho bercabang? pohon kali bercabang 😮 . haha okok lanjut aja ya, saya akan jelaskan 

I. Majas Perbandingan, terdiri dari 7 macam yaitu:

     1. Aosiasi , Yaitu 2 hal yang pada hakikatnya berbeda tetapi dengan sengaja dianggap sama dengan ditambahi ciri-ciri menggunakan kata bagaikan, bagai, seperti, laksana. contoh: Semangatnya keras bagaikan baja.

2. Metafora, yaitu majas yang diungkapkan secara singkat dan padat atau perbandingan satu benda dengan benda lain secara tidak langsung. contoh: dianggap anak emas majikannya.

3. Personofikasi, yaitu majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia. contoh: ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.

4. Alegori, yaitu majas yang bertautan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan yang utuh dan biasanya berbentuk cerita. contoh: cerita kancil dengan buaya dan kancil dengan burung gagak.

5. Simbolik, yaitu menggunakan benda-benda lain sebagai simbol. contoh: Melati lambang kesucian.

6. Metonimia, menggunakan ciri atau lebiel dari sebuah benda “merk”.contoh: dikantongnya selalu terselib gudang garam (maksudnya rokok gudang garam).

7. Sinekdokhe, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan atau sebaliknya. majas ini terdiri dari 2 yaitu:

1. Pars pro toto, yaitu sebagian untuk keseluruhan. contoh: Perkepala mendapatkan Rp. 10.000,00

2. totem pro parte yaitu keseluruhan untuk sebagian. contoh: Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt 03 melawan Rt 05.

II. Majas Sendiran, terdiri dari 3 macam yaitu:

1. Ironi, yaitu majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud menyindir (majas yang tidak kasar). contoh: bagus sekali tulisanmu, sampai tidak bisa di abca.

2. Sinisme, yitu majas yang menyatakan sindiran secara langsung. contoh: lama-lama aku bisa gila liat tingkah lakumu.

3. Sarkanisme, majas yang paling kasar yang biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah. contoh: dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus.

III. Majas Penegasan

1.  Pleonasme, yaitu majas yg menggunakan kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti uatu kata. contoh: semua siswa yang diatas agar segera turun ke bawah.

2. Repetisi, yaitu majas perulangan kata yg biasanya terdapat dalam prosa. contoh: dialah yg ku nanti, dialah yg ku tunggu,dialah yg ku harap.

3. Paralelisme,sama seperti mjas repetisi namun majas ini terdapat di puisi

4. Tautalogi, mengulang beberapa kali sebuah kata dengan menggunakan kata bersinonim. conoh: kehendak dan keinginan kami ialah supaya menjadi seorang yang berguna.

5. Klimaks, yaitu majas yg menyatakan beberapa hal berturut-turut dan makin lama makin meningkat. contoh: semua orang dari anak-ank,remaja sampai orangtua ikut anteri minyal.

6. Anitiklimaks, yiatu sama seperti klimaks tapai makin lama makin menurun. contoh: kepala sekolah, guru dan siswa juga hadir dalam acara upacara tersebut.

7. Retorik/retoris, yaitu  berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. tujuannya memberikan penegasan. contoh: apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan?

IV. Majas Pertentangn

1. antitesis, majas yg menggunakan pasangan kata yg berlawanan artinya. contoh: tua,muda,besar,kecil ikut meramaikan arnafal itu.

2. paradoks, majas yg mengandung pertentangan antara pernyataan dan faktta yang ada. contoh: aku merasa sendiri ditengah keramaian pesta.

3. Hiperbola, majas yg pernyataannya berlebiihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam. contoh: tubuhku tinggal kulit pembalut tulang.

4. litotes, yaitu majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yg berlawanan dari kenyataan dengan mengecilkan dengan tujuan untuk merendahkan diri. contoh: makanlah seadanya hanya dengan nasib dn air putih saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s