Majas


Dalam sebuah puisi mengandung gaya bahasa yang indah dan menyentuh hati meskipun terkesan lebay atau gimana tapi tidak bisa dipungkiri kalau gaya bahasa yang digunakan itu terkesan puitis, ya gaya bahasa yang saya maksud itu adalah Majas.  Teman-teman ada yang tahu gak nih majas itu apa??? kalo ga tau,saya kasih tau sedikit ya pengertian majas. Majas itu bahasa kias yang digunakan untuk menciptakan kesan imajinasi atau efek-efek tertentu bagi pembaca atau pendengar. Nah, sekarang kalian udah tau kan pengertian majas, sekarang saya akan sedikit memberi info tentang majas nih, semoga berguna ya 🙂

Majas Terdiri dari 4 jenis yaitu majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan dan majas pertentangan. Dari ke 4 macam jenis majas tersebut,  masing-masing majas di bagi menjadi beberapa bagian / bisa di bilang bercabang. hoho bercabang? pohon kali bercabang 😮 . haha okok lanjut aja ya, saya akan jelaskan  Baca lebih lanjut

Budaya Politik


Malam2 ga ngapa2in mending saya ngurusin blog aja, dari pada nganggur hehe. kali ini saya mau ngepost mata pelajaran PKN nih tentang Budaya Politik,meskipun sedikit tapi semoga bermanfaat ya kawan 🙂

 

Budaya politik yaitu perwujudan nilai-nilai yang diakui oleh sekelompok masyarakat,bangsa dan negara yang diyakini sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan politik kenegaraan. dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1. Keseluruhan, pandangan politik seperti norma-norma,pola-pola orientasi terhadap politik dan pandangan hidup pada umumnya.

2. mengutamakan dimensi psikologis dari suatu sistem politik.

Mengenai ciri-ciri no 1 diatas,norma terdiri dari berbagai macam, seperti:
1. Norma Agama, yaitu bagi yang melanggar akan mendapat azab dari Allah SWT

2. Norma Kesopanan, yaitu bagi yang melanggar akan mendapat kucilan dari masyarakat

3. Norma Hukum, yaitu peraturan yang dibuat oleh pemerintah dan apabila dilanggar maka akan mendapatkan sanksi

4. Norma Kesusilaan, yaitu bagi yang melanggar akan mendapat kucilan dari masyarakat

Macam-macam Budaya Politik, yaitu:

1. Budaya Politik Parokial, yaitu budaya politik yang tingkat kesadaran politiknya sangat rendah yang bisanya dapat dijumpai pada masyarakat pedesaan/pedalaman yang masih bersifat tradisional. ciri-ciri masyarakatnya ada 4 yaitu:

1. Apatis yaitu bersifat pasif/masa bodo/tidak peduli

2. kesadaran politiknya rendah

3. pengetahuan tentang politiknya rendah

4. menarik diri dari politik

2. Budaya Politik Subjek/kaula, yaitu budaya politik yang tingkat kesadaran politiknya sudah sedikit maju, baik dalam hal sosial maupun dalam hal ekonomi dan biasanya dapat di jumpai di daerah kabupaten. dengan ciri-ciri:
1. Pengetahuan politiknya cukup

2. Partisipasi politiknya minim

3. kesadaran politiknya rendah

3. Budaya Politik Partisipan, yaitu budaya politik yang tingkat kesadaran politiknya sudah tinggi. dengan ciri-ciri:
1. pengetahuan tentang politik tinggi

2. kesadaran tentang politik tinggi

3. partisipasi aktif

4. kontrol politiknya aktif